.quickedit { display : none ; }

jeruk


I. Kondisi Saat Ini

a. Identitas Komoditas

Varietas jeruk yang banyak di kembangkan petani di Kabupaten Sambas adalah Jeruk Siem Pontianak(Citrus reticula Blanco). Varietas jeruk ini mempunyai ciri-ciri; bulat, rasa buah manis sedikit asam, warna kulit hijau kekuningan, warna daging buah kuning, pertumbuhan tanaman rimbun dan pada usia optimal (+ 15 tahun) mencapai tinggi 4,5 meter dan mampu berproduksi mencapai 40 kg/pohon/tahun.

Jeruk Siem Pontianak mempunyai kelebihan dan kelemahan. Keunggulan yang ada pada jeruk ini adalah: rasa buah manis yang sedikit asam dan kulit lebih tebal daripada jeruk siem yang lain. Produktivitas yang tinggi dengan rata-rata 12 ton/ha serta dapat tumbuh di dataran rendah, sesuai dengan topografi Kabupaten Sambas.

Adapun kelemahan jeruk ini antara lain kulit buah yang tipis yang mengakibatkan perlunya kehati-hatian dalam pengangkutan, penyimpanan dan pengepakan.

b. Luas Tanam dan Pengembangan

Luas pertanaman jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas saat ini telah mencapai 6.928,07 Ha. Areal pertanaman yang sudah berproduksi mencapai 3.389,39 Ha dengan produksi mencapai 13.595,17 ton. Pada tanaman yang telah berumur antara 3-4 tahun, rata-rata produktivitas tanaman berkisar 10 � 15 kg/pohon sedang pada tanaman yang telah berumur optimal produktivitasnya dapat mencapai 26 � 32 kg/pohon.

Areal kebun pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas sebagian besar berupa hamparan. Sebelum ini, pola penyebaran pertanaman jeruk terpencar. Namun demikian, adanya program rehabilitasi telah mengubah pola pertanaman menjadi lebih terkonsolidasi dalam satu kawasan.

Sebagian besar dari kebun yang ada saat ini merupakan kebun jeruk rakyat yang dimiliki oleh petani ataupun kelompok tani. Sebagian kecil diantaranya termasuk kebun yang dimiliki oleh perusahaan swasta.

Perusahaan swasta yang telah mengembangkan kebun jeruk di Kabupaten Sambas diantaranya adalah PT. Mitra Jeruk Lestari (MJL) dan PT. Mitra Rimba Kalimantan Agro (MRKA atau SMA). Kedua perusahaan tersebut berlokasi di Kecamatan Tebas. Sampai akhir tahun 2003, luas pengembangan areal kebun jeruk oleh PT. MJL telah mencapai 827 Ha dari 1.100 Ha yang akan direncanakan. 100 Ha diantaranya telah berproduksi. Sedangkan PT MRKA saat ini direncanakan akan mengembangkan jeruk seluas 200 Ha meskipun yang baru tertanami sekitar 50 Ha.

Keberadaan kelompok tani jeruk yang ada saat ini juga sudah cukup eksis. Ada sekitar 135 kelompok tani secara aktif terlibat dalam kegiatan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Jumlah kelompok tani tersebut melibatkan tidak kurang dari 4.842 orang petani. Sebagian besar petani yang ada telah mengikuti pelatihan teknis usaha tani jeruk siam baik yang diselenggarakan oleh pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sambas juga telah aktif untuk turut mensosialisasikan pentingnya penggunaan benih jeruk bebas penyakit yang dihasilkan dari pola perbanyakan di Blok Fondasi (BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). Bekerjasama dengan Balai Benih Hortikultura (BBH) Anjungan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terus diupayakan agar setiap tahunnya dapat dihasilkan benih jeruk sebanyak minimal 40.000 batang. Volume ini akan terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya industri penangkaran benih setempat dan meningkatnya kebutuhan benih oleh masyarakat.

Saat ini di Kabupaten Sambas juga telah terdapat 2 buah koperasi yang secara langsung terlibat dalam kegiatan pengembangan tanaman jeruk yaitu Koperasi Mitra Sejati dan Koperasi Terigas. Keduanya berlokasi di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dari kedua koperasi tersebut telah terhimpun sekitar 101 orang yang terlibat dalam kegiatan penangkaran bibit jeruk okulasi dan bibit hortikultura lainnya.

II. Peluang Investasi dan Potensi Pengembangan

Agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas saat ini telah berkembang dengan pesat. Lokasi pengembangan jeruk di kabupaten ini tersebar di 12 kecamatan pada 111 desa. Dua tahun sebelumnya, pengembangan agribisnis jeruk di Sambas baru mencapai 6 (enam) kecamatan pada 55 (lima puluh lima) desa. Sentra utama pengembangan agribisnis jeruk di Sambas terdapat di Kecamatan Tebas yang mencapai hampir setengah dari luas areal pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas yaitu mencapai 3.241 Ha dari total seluas 6.928,07 Ha.

Pengembangan sentra jeruk di lokasi Kecamatan Tebas cukup pesat karena di kecamatan ini dulunya merupakan sentra utama pertanaman jeruk di Provinsi Kalimantan Barat. Tradisi masyarakat dan lingkungan egroekologi yang telah memungkinkan untuk dikembangkan kembali menjadi dasar pertimbangan mengapa di kecamatan ini dijadikan fokus utama program rehabilitasi jeruk siem pontianak.

Respon masyarakat dan pengusaha/swasta yang cukup tinggi menyebabkan perkembangan pertambahan areal pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas diperkirakan akan terus berkembang dan dapat mencapai luas 20.000 Ha.

Laporan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sambas menyebutkan bahwa berdasarkan kelas kesesuaian lahan, saat ini ada lebih dari 9.650 Ha lahan yang cukup ideal bagi pengembangan jeruk siam Pontianak. Disamping di wilayah Kecamatan Tebas sendiri, pengembangan agribisnis jeruknya juga telah berkembang di kecamatan lain yaitu Kecamatan Selakau (525 Ha), Pemangkat (642,70 Ha), Semparuk (642,70 Ha), Tekarang (250 Ha), Jawal (305,50 Ha), Sambas (436 Ha), Subah (76 Ha), Sejangkung (131,37 Ha), Teluk Keramat (324 Ha), Galing (163,25 Ha) dan Paloh (75 Ha).

Keberhasilan investasi pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas sangat ditentukan oleh banyak faktor diantaranya dukungan lahan dan agroklimat serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang ada.

Potensi lahan

Kabupaten Sambas mempunyai luas area 6.394,70 km2. Dari luas tersebut, luas lahan yang dapat digunakan untuk kepentingan pertanian seluas 537.230 Ha.

Bentuk topografi lahan di Kabupaten Sambas meliputi datar, berbukit dan bergelombang. Jenis tanah yang umum dijumpai diwilayah ini adalah jenis tanah Alluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK).

Letak permukaan air sebagian besar dekat dengan permukaan tanah (rata-rata kurang dari 50 cm). Kondisi ini memudahkan usaha penyediaan air bagi kepentingan pertanian termasuk pengembangan kebun jeruk Siam Pontianak.

Agroklimat

- Tinggi tempat : 1 � 100 meter dpl

- Rata-rata curah hujan per tahun : 2.800 mm

- Rata-rata jumlah hari hujan per tahun: 132 hari

- Rata-rata jumlah bulan basah : 7 bulan

- Rata-rata jumlah bulan kering : - bulan

- Suhu rata-rata harian : berkisar 22 � 31 oC

- Kelembaban tahunan : 81 � 90 %

III. Dukungan Sarana dan prasarana

Beberapa dukungan investasi yang berupa ketersediaan sarana dan prasarana telah terbangun di beberapa titik lokasi sentra pengembangan agribisnis Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas. Meskipun beberapa diantaranya masih sederhana, namun demikian kapasitasnya kedepan akan terus ditingkatkan. Beberapa dukungan tersebut diantaranya:

- Sistem Irigasi

Irigasi yang ada dilokasi pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas umumnya masih irigasi sederhana dengan sumber air yang berasal dari air sungai atau air pasang surut. Sebagian kecil lainnya mengandalkan air hujan. Meski demikian, letak permukaan air yang relatif tidak terlalu dalam memungkinkan adanya penggunaan teknologi pomponisasi.

- Jalan Usaha Tani

Beberapa titik lokasi di sentra pengembangan jeruk di Kabupetan Sambas telah dibangunkan jalan usaha tani. Salah satu diantaranya terdapat di Desa harapan kecamatan Pemangkat. Meskipun fisik jalan usaha tani yang ada masih sederhana, namun dengan swadaya masyarakat kemampuan dan kapasitasnya terus meningkat.

- Pasar

Jumlah pasar di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 26 buah yang berada di 9 Kecamatan. Meski belum berfungsi penuh sebagai pasar khusus buah, tetapi dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat yang tertumpu pada hasil buah (jeruk), diharapkan kedepan salah satu diantaranya dapat berfungsi sebagai pasar khusus buah.

- Industri Olahan

Industri pengolahan jeruk di Kabupaten Sambas baru beroperasi. PT. Mitra Jeruk Lestari merupakan salah satu swasta yang mengembangkan industri tersebut dalam skala menengah. Selain itu, juga terdapat beberapa industri minuman berbahan baku jeruk yang berskala rumah tangga.

- Mekanisasi Pertanian

Unit pengelola jasa alat dan mesin (UPJA) pertanian di Kabupaten Sambas telah tersedia. Beberapa diantaranya telah memfasilitasi tersedianya peralatan pertanian seperti traktor roda dua dan mesin pompa.

- Sarana Komunikasi

Akses komunikasi dapat dikatakan telah menyentuh hampir seluruh wilayah di Kabupaten Sambas. Beberapa sarana komunikasi seperti Radio SSB telah tersedia di setiap kantor kecamatan, telepon kabel (hampir selua kecamatan kecuali Sejangkung, Paloh, Galing, Sajingan Besar dan Subah), Handphone (saat ini hanya tersedia di Kecamatan Pemangkat, Sambas dan Tebas), Telegram dan Fax serta internet yang baru di ibukota Kabupaten dan beberapa kecamatan dekat kota.

- Institusi Permodalan

Institusi permodalan telah tersedia dan siap mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Beberapa institusi tersebut antara lain: BNI, BRI, Bank Kalbar, KUD dan Pegadaian.

- Pelabuhan

Beberapa pelabuhan kecil terdapat di sekitar Kabupaten Sambas, diantaranya:

1. Pelabuhan Sentele, 13 km ke daerah sentra

2. Pelabuhan Pemangkat, 22 km ke daerah sentra

3. Pelabuhan Paloh, 60 km ke daerah sentra

- Terminal

Terminal yang diharapkan akan mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas, antara lain:

1. Terminal Sambas, 18 km ke daerah sentra

2. Terminal Selakau, 30 km ke daerah sentra

3. Terminal Tebas

4. Terminal Kartiasa, 22 km ke daerah sentra

5. Terminal Tanjung Katat, 40 km ke daerah sentra

6. Terminal Teluk Kalung, 41 km ke daerah sentra

7. Terminal Jawai, 20 km ke daerah sentra

8. Terminal Sekura, 42 km ke daerah sentra

9. Terminal Semparuk, 6 km ke daerah sentra

- Bandara Udara

Terminal udara saat ini hanya berada di Kecamatan Paloh
IV. Insentif Yang Disediakan

Pemerintah Kabupaten Sambas sangat serius melihat potensi agribisnis jeruk dalam membangun perekonomian daerah. Hal ini terlihat dari diterbitkannya Keputusan Bupati Sambas Nomor 163 A Tahun 2001 tanggal 20 Juli 2001 tentang penetapan Jeruk sebagai komoditas unggulan daerah Kabupaten Sambas. Sebagai konsekwesi dari perda tersebut, seluruh komponen pemerintah daerah akan dikerahkan secara optimal dalam mendukung suksesnya pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Dukungan tersebut baik berupa kebijakan maupun penyediaan sarana fisik yang mendukung berkembangnya investasi dan ekonomi dari aktivitas agribisnis jeruk siam Pontianak.

Pemerintah Kabupaten Sambas telah menunjukkan komitmennya dalam kemudahan bagi para investor untuk mendapatkan lahan, perijinan usaha dan kebutuhan investor lainnya sesuai peraturan yang ada. Selain itu, upaya pengembangan jaringan sarana dan prasarana penunjang agribisnis jeruk di lokasi-lokasi sentra akan terus dimekarkan volume dan kapasitasnya sesuai kebutuhan dan kemampuan pemda.

V. Kendala dan Upaya Pemecahan Ke depan

a. Kendala yang ditemukan

- Budidaya

� Sebagian besar di Kabupaten Sambas masih belum menerapkan anjuran dan norma budidaya jeruk yang baik dan sehat khususnya yang merupakan kebun jeruk rakyat.

� Tindakan-tindakan budidaya yang dianjurkan seperti penggunaan benih unggul�bebas penyakit, teknologi pemangkasan dan penjarangan buah, teknologi pengendalian OPT, pembungaan, pengairan maupun pemupukan masih belum dilaksanakan secara optimal.

- Permodalan

Sampai saat ini, kontribusi lembaga-lembaga keuangan masih belum dirasakan secara maksimal dalam pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas.

- Kelembagaan

Sampai saat ini, eksistensi lembaga petani jeruk masih belum optimal kiprahnya dalam pengembangan agribisnis jeruk di Sambas khususnya, dan di Kalimantan Barat pada umumnya. Untuk itu usaha penguatan organisasi/kelembagaan petani jeruk dalam mewujudkan sosok asosiasi/paguyuban petani jeruk yang kokoh yang mempunyai bargaining position masih perlu dikembangkan.

b. Upaya pemecahan yang diharapkan

1. Perlu dukungan pemerintah pusat dan daerah (propinsi-kabupaten) untuk membantu petani dalam pengembangan tanaman jeruk siem di Kabupaten Sambas khususnya mengenai pengadaan bibit bermutu (okulasi) dan pupuk

2. Adanya penetapan peraturan pemerintah dalam hal standar harga buah jeruk serta jaminan pemasarannya.

VI. Manfaat

� Pemerintah Kabupaten Sambas sangat berkepentingan terhadap berkembangnya agribisnis jeruk di wilayahnya. Beberapa tahun yang lalu, komoditas jeruk telah secara nyata mengangkat perekonomian masyarakat Sambas dan sekitarnya. Oleh karena itu, kejayaan jeruk waktu itu diharapkan dapat muncul kembali. Pemerintah Kabupaten Sambas berharap dari komoditas jeruk, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini dapat dipacu dan ditingkatkan lagi.

� Usaha tani jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas secara ekonomi sangat menjanjikan. Pada Lampiran 1 terlihat bahwa keuntungan investasi jeruk di Kabupaten Sambas mulai dapat dicapai pada tahun ke-4. Pada tahun tersebut penghasilan bersih dari investasi jeruk seluas 1 Ha mencapai Rp 18 juta lebih dengan B/C ratio sekitar 0,45. Selain itu, pada tanaman yang telah berusia 6 tahun ke atas keuntungan ekonomi yang bisa diperoleh jauh lebih besar. Pada usia optimal tersebut, penghasilan bersih mencapai Rp. 26 juta lebih dengan B/C ratio 2,00.

Sumber: http://www.deptan/.(*go.*id)/pesantren/ditbuah/Komoditas/Sentra/profil_jeruk_di_kabupaten_sambas.htm

Suku Sambas

Suku Sambas (Melayu Sambas) adalah suku bangsa atau etnoreligius Muslim yang berbudaya melayu, berbahasa Melayu dan menempati sebagian besar wilayah Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang dan sebagian kecil Kabupaten Pontianak- Kalimantan Barat. Suku Melayu Sambas terkadang juga disebut Suku Sambas, tetapi penamaan tersebut jarang digunakan oleh masyarakat setempat.

Secara liguistik Suku Sambas merupakan bagian dari rumpun Suku Dayak, khususnya dayak Melayik yang dituturkan oleh 3 suku Dayak : Dayak Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais yang digolongkan bahasa Melayu), Dayak Iban dan Dayak Kendayan (Kanayatn). Tidak termasuk Banjar, Berau, Kedayan (Brunei), Senganan, Sambas yang dianggap berbudaya Melayu. Sekarang beberapa suku berbudaya Melayu yang sekarang telah bergabung dalam suku Dayak adalah Kutai, Tidung dan Bulungan (keduanya rumpun Borneo Utara) serta Paser (rumpun Barito Raya).

Pada awalnya Sambas bukanlah nama suku, akan tetapi nama tempat/wilayah dan nama Kerajaan yang berada tepat di pertemuan 3 sungai yaitu sungai Sambas Kecil, sungai Subah dan sungai Teberau yang lebih dikenal dengan Muara Ulakan. Seluruh masyarakat asli Kalimantan sendiri sebenarnya adalah Serumpun, Antara Ngaju, Maanyan, Iban, Kenyah, Kayatn, Kutai ( Lawangan - Tonyoi - Benuaq ), Banjar ( Ngaju, Iban , maanyan, dll ), Tidung, Paser, dan lainnya. Hanya saja Permasalahan Politik Penguasa dan Agama menjadi jurang pemisah antara keluarga besar ini. Mereka yang meninggalkan kepercayaan lama akhirnya meninggalkan adatnya karena lebih menerima kepercayaan baru dan berevolusi menjadi Masyarakat Melayu Muda. Khususnya dalam Islam maupun Nasrani, hal - hal adat yang bertolak belakang dengan ajaran akan ditinggalkan. Sedangkan yang tetap teguh dengan kepercayaan lama disebut dengan Dayak. Adat-istiadat lama Suku Melayu Sambas banyak kesamaan dengan adat-istiadat Suku Dayak rumpun Melayik misalnya; tumpang 1000, tepung tawar, dan lainnya yang bernuansa Hindu.

Secara administratif, Suku Sambas merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 12% dari penduduk Kalimantan Barat, sebelumnya suku Sambas tergabung ke dalam suku Melayu pada sensus 1930. Sehubungan dengan hal tersebut kemungkinan "Dialek Melayu Sambas" meningkat statusnya dari sebuah dialek menjadi bahasa kesukuan yaitu Bahasa Suku Sambas.

Perubahan Suku Sambas secara drastis setelah masuk Islam, hampir menghapus jejak asal muasalnya yaitu Suku asli yang mendiami pulau Kalimantan. Kebudayaan Melayu yang dianggap lebih "beradab", membantu menghilangkan budaya Dayak pada Suku Sambas dengan cepat. Sehingga Sambas yang dahulunya beragama Hindu Kaharingan kehilangan jejak Kaharingan, walaupun sebagian kecil ada yang tersisa. Akibatnya orang lebih yakin Sambas adalah Melayu, padahal tidaklah demikian. Tentu saja segala hal dalam adat lawas dianggap syirik (bertentangan dengan agama) jadi harus dimusnahkan dan ditinggalkan.

Sulitnya data semakin mempersulit para peneliti untuk mencari jejak asal muasal Suku Sambas. Membuat hasil penelitian terlihat ambigu bahkan samar. Peneliti seringkali mengklasifikasikan berdasarkan bahasa, sedangkan menurut orang Kutai dan Tunjung-Benuaq mengenal tradisi lisan yang mengklasifikasikan golongan berdasarkan budaya dan sejarah budayanya serta geneologi. Oleh karena itulah Suku Sambas diklasifikasikan ke dalam suku Dayak berbudaya Melayu.

Kabupaten Sambas terkenal dengan sebuah peninggalan sejarah yaitu sebuah keraton peninggalan Kesultanan Sambas. Penduduknya mayoritas melayu, dan berbahasa melayu. Sebagian besar bahasa yang digunakan adalah sama. Bahasa Melayu sangat mudah dipahami, apalagi bagi orang yang mendengar orang Betawi berbicara, karena kurang lebih bahasa Betawi dan Melayu sama, misalnya: Seseorang berbicara, "Kamu mau ke mana?", jika dalam bahasa melayu "Kau nak ke mane", (penyebutan "e" dalam bahasa melayu, sedangkan bahasa suku Sambas membunyikan "e" seperti bunyi pada kata "lele". Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda seperti dalam Bahasa [Melayu] Berau di Kalimantan Timur, seperti pada kata 'bassar' (artinya besar dalam bahasa indonesia).

Kuliner Khas Sambas, Bubur Pedas

Menu bubur pedas sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga penduduk Kalimantan Barat. Makanan khas daerah pesisir Sambas ini mengandung serat dan protein yang sangat tinggi. Terlihat dari campurannya yang hanya terdiri dari beras yang sudah di sangrai kemudian di haluskan, berbagai macam sayur, kacang tanah, dan tetelan sebagai penambah nikmat. Bagi para pecinta sayuran menu ini sangat dianjurkan, apalagi untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan. Ada yang bercerita bubur pedas ini awalnya adalah makanan khas kerajaan Sambas. Namun, saat ini bubur pedas bukanlah makanan kerajaan lagi, bubur pedas bisa dengan mudah kita temui di kedai kedai kecil. Tidak hanya didaerah Sambas, bubur pedas sudah meluas ke daerah daerah sekitar juga.

Keunikan dari makanan khas daerah ini terletak pada namanya, Bubur Pedas.Tapi jangan salah ya, bubur yang satu ini rasanya tidak pedas loh, itu hanya nama saja. Kata Pedas sendiri di ambil dari bahasa Sambas yang menunjukan bahwa bubur ini terdiri berbagai macam sayuran.
Bahan:
  • 1. 250 gram beras, cuci bersih
  • 2. 100 gram kelapa, parut
  • 3. 150 gram tetelan sapi
  • 4. 5 lonjor kacang panjang, potong-potong
  • 5. 1 ikat kangkung, potong-potong
  • 6. 2 buah wortel, potong dadu
  • 7. 50 gram ubi jalar, potong dadu
  • 8. 50 gram daun kesum, diiris tipis-tipis 9. 1000 cc air
Pelengkap:
  • 1. 100 gram kacang tanah, goreng
  • 2. 50 gram ikan teri, goreng
  • 3. Bawang goreng
  • 4. Kecap manis
  • 5. Jeruk limau
  • 6. Sambal
  • 7. Kerupuk
Bumbu
  • 1. 2 lembar daun salam
  • 2. 1 batang serai, memarkan
  • 3. 2 cm lengkuas, memarkan
  • 4. 3 butir bawang merah
  • 5. 1 siung bawang putih
  • 6. 1 buah cabai merah
  • 7. 1/4 sendok teh lada hitam bubuk
Cara membuat Resep Masakan Bubur Sambas:
  • 1. Sangrai beras dan kelapa parut, angkat. Tumbuk halus, sisihkan.
  • 2. Didihkan air, rebus tetelan hingga matang. Masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas. Aduk- aduk.
  • 3. Tambahkan beras tumbuk, aduk-aduk. Aduk-aduk. Masukkan wortel, kacang panjang, kangkung, ubi jalar. Masak hingga matang, angkat.
  • 4. Hidangkan dengan taburan kacang tanah, ikan teri dan bawang goreng.
  • 5. Hidangan ini paling enak dimakan bersama kerupuk. Kecap, sambal dan jeruk limau dapat ditambahkan di mangkuk masing-masing sesuai selera

ADAT DAN TRADISI

Tradisi  Saprah Masyarakat Melayu Sambas

Tradisi makan ber-Saprah sangat akrab dalam tradisi masyarakat Melayu Sambas.  Masyarakat Melayu Sambas secara teritorial mendiami kawasan sepanjang pesisir pantai utara Kalimantan Barat. Tradisi ber-Saprah biasanya di lakukan pada acara-acara tertentu, seperti acara pernikahan, acara tepung tawar, sunatan, antar pinang, selamatan dan acara lainnya.
Jamuan Makan Berkelompok
Jamuan makan Saprah masih bisa ditemukan dalam tradisi masyarakat melayu Sambas hingga kini. Kata Saprah sendiri merupakan ungkapan untuk menggambarkan jamuan makan khas melayu yang dilakukan secara berkelompok dengan duduk bersila di lantai.  Dalam beberapa jamuan Saprah dapat ditemukan  kelompok sepanjang  2 x 28 meter hingga 2 x 40 meter, tergantung dengan jumlah orang yang diundang oleh tuan rumah yang punya hajatan dan ‘tarub’ (tenda) yang disediakan. Jamuan untuk undangan pria dan wanita dilaksanakan di tempat yang sama, namun dalam waktu yang berbeda.  Lazimnya jamuan Saprah dilaksanakan untuk undangan pria terlebih dahulu.
Undangan pria
Undangan wanita
Makan bersaprah tidak memapakai sendok, jadi harus dengan tangan. Makanya disediakan air cuci tangan. Setelah semuatamu mendapat hidangan baru jamuan boleh dimakan. Ini menunjukan wujud kebersamaan. Selain makanan, ciri khas yang disajikan adalah air ‘sapang’ yaitu air berwarna teh dengan aroma khas yang terbuat dari rendaman kayu Sapang.
Harus Berjumlah Lima dan Enam
Walaupun tidak ada referensi yang dapat menyebutkan secara pasti sejak kapan tradisi Saprah dimulai, namun banyak pihak yang mengaitkan tradisi ini dengan ajaran Islam sebagai agama yang dianut masyarakat Melayu Sambas.  Karena itu makna yang dapat diungkapkan dari makan ber-Saprah tidak lepas dari ajaran agama Islam, seperti jenis makanan dalam setiap kelompok harus berjumlah 5 (lima) yang melambangkan jumlah rukun Islam. Sedangkan jumlah orang dalam satu saprah harus berjumlah 6 (enam) orang yang melambangkan jumlah rukun iman dalam agama Islam.
Lima jenis makanan
Enam orang dalam satu saprah
Demikian pula dengan dengan jumlah pengantar makanan yang  juga harus berjumlah 6 (enam) orang. Khusus untuk pengantar makanan, cara berjalan membawa nampan, menghidangkan makanan dan berbalik arah semuanya teratur, tidak boleh membelakangi undangan.
Kelompok pengantar makanan berseragam
Peran Penyambut Tamu
Adat tuan rumah adalah menghormati tamu. Agar seluruh tamu yang datang semuanya mendapat penghormatan dan penghargaan yang selayaknya dari tuan rumah, maka peran penyambut tamu menjadi penting dalam sebuah jamuan makan ber-Saprah. Penyambut tamu dituntut untuk mengenal seluruh tamu yang diundang. Penyambut tamu bertugas menyambut tamu yang datang sekaligus mengantarkan tamu ke tempat duduknya.  Tempat duduk tamu ditentukan dari status sosialnya di masyarakat, yang disusun mulai dari tempat paling ujung di dalam ‘tarub’. Mereka adalah kelompok yang telah menunaikan ibadah haji dan menjadi panutan, selanjutnya adalah kerabat Raja dan keturunannya, diikuti oleh tokoh dan pemuka masyarakat dan seterusnya.

Tempat Wisata di Kabupaten Sambas

Tempat Wisata di Kabupaten Sambas

Keraton Sambas
Istana Sambas yang ada sekarang, dibangun oleh Sultan Muhammad Mulia Ibrahim tahun 1933, ditempati 6 juli 1935. Biaya pembangunan Istana sambas sebesar 65. Golden, dari bantuan kredit Sultan Kutai.Pembangunan dilaksanakan pemborong Tjin Nyuk dari Pontianak.Dengan luas bangunan berukuran panjang 9,50 meter dan berukuran lebar 8,05 meter.
Ditepian Muara Ulakan simpang tiga pertemuanSungai Sambas kecil, Sungai Subah, Sungai Teberau, sekarang di Desa Dalam Kaum, Kecamatan sambas sejak dahulu telahberdiri Istana Kesultanan Sambas (1632) didirikan oleh Raden Bima gelar Sultan Muhammad Tajuddin, Sultan Sambas ke-2. Dipinggir sungai, terdapat sebuah tangga jembatan biasa disebut dengan seteher, tempat singgahan sampan atau perahu dan kendaraan air yang banyak di sungai Sambas.
Naik ke daratan di pinggir sungai, terdapat jalan masuk ke halaman Istana. Sebelum masuk kita akan melalui sebuah gerbang pintu masuk ke halaman Istana yang dinamakan gerbang Segi Delapan. Pintu masuk gerbang bersegi delapan yang jauhnya dari pinggir sungai lebih kurang 30 meter. Gerbang bersegi delapan bertingkat dua itu dahulu digunakan untuk :
Bagian bawah tempat penjaga dan tempat istirahat rakyat yang berkunjung ke istana sebelum  memasuku halaman istana.Bagian atas untuk tmpat mengatur penjagaan dan apabila ada keramaian dipergunakan untuk menabuh gamelan dan alat-alat kesenian. Arti dari segi delapan adalah delapan penjuru mata angin, dan sebagai mengenang jasa pendiri keraton yang ada sekarang adalah Sultan, Sultan Muhammad Syafiuddin II. Atap bangunan segiempat sebagai simbul bagi Sultan mengikuti sifat Rasullulah yakni : Siddiq (benar), Amanah (keprcayaan), Tabligh (menyampaikan) dan Pathonah (sempurna). Setelahmelalui pintu grbang pertama, ditemukan sebuah tiang bendera di tengah halaman, untuk menaikan bendera kesultanan yang berwarna kuning emas setiap hari besar pada zaman dulu.
Tiang yang bertopang empat yang berarti Sultan diabntu oleh empat orang pembantu yang disebut wazir. Dibawah tiang bendera terdapat 3 buah meriam kuno hadiah dari tentara Inggris tahun 1813 menghargai kepahlawanan putera Pangeran Anom melawan inggris. Salah satu disebut Si Gantar Alam. Disisnilah seorang pejuang bernama Thabrani Akhmad telah gugur ditembus peluru penjajah Belanda karena membela mempertahankan bendera merah putih.
Dan diabadikan dengan monumen baru ” Di tempat ini tanggal 27 Oktober 1945 telah gugur seorang pejuang kemerdekaan disaat akanmengibarkan bendera merah putih”. Disamping kiri masuk, tidak jauh dari tiang bendera terdapat pohon kayu putih, untuk mengenang peristiwa selesai perang Sungkung pada tahun 1883. Ditanam atas perintah sultan dan Pangima Daud dan Panglima Bakar.
Danau Sebedang
Danau Sebedang merupakan salah satu obyek wisata alam andalan Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan yang menjadi pintu gerbang masuk ke Kabupaten Sambas ini ramai dikunjungi para wisatawan pada hari Minggu dan hari-hari libur lainnya. Sebagian pengunjung yang datang tidak hanya berniat menikmati kepermaian alamnya, tetapi ada juga yang menyalurkan hobi memancingnya, karena danau ini merupakan rumah bagi banyak ikan. Konon, danau yang menjadi sumber air bersih bagi penduduk beberapa kecamatan di Sambas dan juga menyimpan berbagai kekayaan ekosistem ini, dahulunya merupakan salah satu tempat istirahat favorit bagi para sultan Sambas beserta keluarga mereka.
Luas danaunya yang mencapai sekitar satu kilometer persegi, dikelilingi oleh perbukitan yang memiliki ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (dpl), dan pemandangan alamnya yang rancak dengan latar hutan tropis yang hijau dan lebat, menjadikan kawasan ini tepat sekali dipilih sebagai salah satu tujuan rekreasi yang menyenangkan bersama keluarga atau kolega.

Pengunjung dapat menikmati keindahan panorama alamnya dengan cara berjalan kaki mengelilingi danau, atau sambil minum-minum di kantin-kantin yang menghadap ke danau. Selain itu, keelokkan danau ini juga dapat dicerap pengunjung dengan bersantai di shelter-shelter yang tersedia, atau sambil duduk lesehan di atas tikar yang disewakan. Bila bosan, pengunjung dapat mengelilingi danau dengan menyewa perahu.

Pada sore hari, eksotisme kawasan Danau Sebedang kian tampak dan kian terasa. Bagi pengunjung yang mendatangi danau pada malam hari tidak perlu khawatir akan kesepian. Karena semakin malam, semakin banyak pengunjung yang datang. Dan, suasananya bertambah semarak dan hidup dengan iringan suara musik keras yang berasal dari kafe-kafe di kawasan tersebut. Danau Sebedang terletak di Desa Sebedang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Kabupaten Sambas berjarak sekitar 202 kilometer dari Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju Sambas, pengunjung dapat naik taksi, bus travel, bus, atau kendaraan pribadi.
Sedangkan dari pusat Kota Sambas, objek wisata Danau Sebedang berjarak sekitar 18 kilometer. Jalan menuju Danau Sebedang telah beraspal dengan halus dan dapat diakses dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Pengunjung tidak akan kelaparan jika berada di lokasi Danau Sebedang, karena di kawasan ini terdapat warung makan, kantin, dan kafe yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman.
Bagi pengunjung yang kemalaman dapat menginap di losmen-losmen yang banyak terdapat di kawasan sekitar danau. Areal camping ground yang luas dan aman dapat digunakan pengunjung yang berhasrat menikmati suasana kawasan ini pada malam hari. Di sini, juga tersedia persewaan tenda dan tikar, sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan berkemah.
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat pusat informasi pariwisata, sentra oleh-oleh dan cinderamata, shelter-shelter, areal parkir yang luas dan aman, persewaan perahu untuk mengelilingi danau, losmen-losmen, kios yang menyediakan perlengkapan untuk memancing, kios wartel, voucher isi ulang pulsa, dan toilet.
Pantai Tanah Hitam
Tanah Hitam merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Ia merupakan desa yang tidak jauh dari pesisir pantai. Kecamatan Paloh ini merupakan kecamatan pantai yang berada di Kabupaten Sambas dan terletak di wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia Timur (Serawak) dengan luas wilayah ± 1.697,30 H.

Untuk desa Tanah Hitam ini bisa di capai menggunakan kendaraan bermotor seperti sepeda motor maupun mobil. Akses jalan beraspal juga sudah tersedia untuk menjangkau desa ini. Jika perjalanan dari Pasar Sekura menuju Desa Tanah Hitam ini sekitar satu jam. Desa Tanah Hitam yang terletak dekat pesisir pantai ini ketika berada di jalan akan terdengar suara deburan ombak yang menyatu mesra dengan rintihan dedunan kelapa yang berbaris rapi menghias di sepanjang jalan. Untuk di desa Tanah Hitam ini mayoritas di huni oleh kaum tionghoa dimana terdapat juga Pasar Tanah Hitam yang menjadi tempat perekonomian masyarakat sana. Selain itu padi dan kelapa yang merupakan komoditi masyarakat sana, kacang kedelai juga menjadi komoditi handalan, kacang kedelai ini biasanya di tanam setelah musim panen padi selesai.
Selain sebagai penghasil komoditi kelapa serta kacang kedelai, desa Tanah Hitam ini menyajikan pemandangan pantai nya yang juga tidak kalah menarik. Sebut saja pantai Lestari dan Pantai Tanjung Harapan. Kedua pantai ini berada di satu lokasi namun di bedakan oleh arah nya saja, sebagai contoh untuk pantai Lestari ini arah nya ke arah Paloh sementara pantai Tanjung Harapan ini arah nya ke arah Simpang atau berlawanan arah dengan pantai Lestari. Dan untuk memasuki pantai Lestari ini terdapat gerbang dan pasirnya menuju pantai Lestari ini bewarna putih dan sepanjang jalan ini di hiasi oleh pohon cemara. Sementara untuk menuju pantai Tanjung Harapan ini di sepanjang jalan nya melewati pepohonan kelapa yang menjulang tinggi dan melewati beberapa pohon dengan ukuran nya yang besar.
Pada hari raya idul fitri maupun idul adha yaitu pada hari kedua atau ketiga biasanya banyak yang mengunjungi pantai Tanah Hitam, karena saat itu di adakan musik untuk menghibur rakyat, biasanya musik yang disuguhkan adalah musik dangdut dengan menghadirkan penyanyi - penyanyi dangdut asal kota Jakarta, sebut saja yang pernah hadir, Trio Macan, Nita Talia, artis KDI yang saya juga tidak tau siapa namanya, pokok nya banyak dah, kalo yang penikmat musik dangdut mungkin tau nama mereka, tapi saya kurang sreg aja dengan genre musik seperti itu (Selera Masing - Masing ).

Selain di datang kan nya artis - artis ibu kota Jakarta di setiap hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha ini, ada perayaan unik lain nya di desa Tanah Hitam ini, bukan di Desa Tanah Hitam saja sih sebenarnya, melainkan di desa Arung Parak juga perayaan ini juga ada. Perayaan itu adalah " Antar Ajong ". Antar Ajong ini adalah suatu adat istiadat masyarakat sana yaitu upacara ritual adat untuk menanam padi yang dilaksanakan setiap tahun pada masa bercocok tanam. Masyarakat setempat mempercayai, aktivitas tersebut dapat membuat tanaman padinya terhindar dari serangan hama dan penyakit. Sehingga demikian, hasil panen berlimpah untuk kemakmuran masyarakat sekampung. Sementara waktu pelaksanaan Antar Ajong ini biasanya setiap pertenggahan tahun, sekitar Juni atau Juli.
Biasanya sebelum di adakan ritual Antar Ajong ini, malam nya sebelum hari H, di adakan juga ritual - ritual lain nya yang entah apa namanya, biasanya pembacaan doa - doa dan persiapan untuk besok nya. Untuk ukuran badan perahu biasanya bervariasi dengan lebar 20 cm - 40 cm dan panjang 1,5 m - 4 m. Kain yang dibuat sebagai layarnya sering tampil dalam berbagai warna tapi lebih didominasi oleh warna putih dan kuning. Badan perahu diberi warna cat bebas dengan variasi gambar ukiran khas sambas.
Nah pada saat acara pelepasan, beberapa orang yang di tunjuk memegang perahu tersebut dan membawanya ke laut dan menghanyutkan nya. Ritual adat ini berlansung setiap satu tahun sekali. Biasanya ritual adat ini banyak menarik pengunjung dari berbagai tempat dan Antar Ajong ini merupakan ajang menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke kabupaten Sambas.
Mungkin ada yang tertarik untuk menyaksikan ritual adat ini bisa datang ke Sambas, kecamatan paloh pada khususnya. Dan hanya bisa melalui kendaraan darat bukan udara.


Pantai Tanjung Kemuning
Pantai Tanjung Kemuning merupakan objek wisata yang terletak di kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Pantai ini berhadapan dengan Laut Natuna. Panjang pantai ini lebih kurang 18 kilometer.Yang menarik dari keadaan di pantai ini adalah masyarakat desa bahu-membahu menangkar penyu.
Setiap malam penyu kepantai untuk bertelur, di saat itulah masyarakat mengambil telur untuk dimasukkan ke penangkaran. Hal ini dilakukan agar penyu-penyu tidak musnah akibat para pemburu telur penyu.

Air Terjun Riam Caggat
Selain memiliki pantai yang memesona, Kabupaten Sambas juga memiliki air terjun alami yang indah. Salah satunya Air Terjun Riam Caggat di Desa Batang Air, Kecamatan Sajingan Besar. Sayangnya, objek wisata tersebut tidak tergarap dengan baik dan maksimal.
Air Terjun Riam Caggat memiliki ketinggian kurang-lebih 67 meter ini berjarak 85 kilometer (km) dari ibu kota Kabupaten Sambas. Butuh kurang lebih dua jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat untuk bisa sampai ke Desa Batang Air. Selanjutnya, perjalanan masih harus melewati hutan sekitar satu jam.
“Begitu akan sampai, terdengar suara gemercik air terjun dan uap air yang sejuk di sekitar hutan lokasi air terjun,” kata Suminggan, salah satu warga Kecamatan Sajingan kepada Rakyat Kalbar, Minggu (9/12).

Diungkapkan Suminggan, hal yang paling menarik dari Air Terjun Riam Caggat ialah derasnya air terjun dan hamparan batu-batu besar serta hutan yang masih sangat alami. “Sebetulnya objek wisata ini sangat potensial bila dikelola dengan baik, namun hal itu belum dilakukan. Padahal, jika dikelola akan ramai pengunjung datang ke lokasi air terjun ini, terutama infrastruktur,” kata tokoh pemuda Kecamatan Sajingan Besar ini.

Suminggan menambahkan, selain memiliki Air Terjun Riam Caggat, Kecamatan Sajingan juga memiliki Air Terjun Riam Merasap dan Gua Alam Santok. “Guna menambah koleksi wisata di Kabupaten Sambas, diharapkan ada perhatian pemerintah terhadap objek wisata yang berbatasan dengan negara Malaysia, baik dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, karena objek wisata ini masih sangat alami,” jelasnya.
 
Panorama Gua Alam Santok
Terletak kurang lebih dari Kab. Sambas di Kecamatan Sajingan Besar. Terdapat Patung Bunda Maria yang dulunya digunakan untuk tempat meditasi dan sembahyang. Tempat tersebut masih dianggap tempat yang sacral (suci) oleh masyarakat local di samping pemandangannya indah da menarik.
Wisata ini Terletak ± 85 Km dari pusat Kota Sambas, goa alam Santok berada di Kecamatan Sajingan Besar. Untuk sampai ke tempat tujuan kita menempuh waktu perjalanan lamanya sekitar 3 jam,. Di dalam waktu perjalanan kita bisa menikmati pemandangan yang indah, dan melihat kehidupan sehari-hari masyarakat Sajingan Besar. Di dalam goa alam santok ini terdapat Patung Bunda Maria yang dulunya digunakan untuk tempat meditasi dan sembahyang masih dianggap tempat yang sacral (suci) oleh masyarakat local disamping pemandangannya indah dan menarik goa alam santok ini memilik beberapa keindahan lainnya bisa di rasakan oleh pengunjung sendiri.
Pantai Selimpai
Salah satu tujuan wisata terletak di desa Sebubus Kec. Paloh. Lebih kurang 7 km dari ibukota kecamatan, merupakan pantai yang indah dan menarik yang mempunyai pasir putih, kita juga dapat menikmati melihat matahari terbenam.
Pasir putih yang landai dan pohon pinus yang tinggi menjulang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Selimpai, Paloh.
* Indahnya Hamparan Pantai Selimpai, Enaknya Telur Penyu Rebus Pinusnya berjejer rapi. Kesan hijau semakin terasa oleh rumput yang menghampar setinggi mata kaki di lahan berpasir. Meski mentari persis di atas kepala, suasananya tetap sejuk. Sesekali ombak terdengar memecah pantai dan berpadu dengan kicauan burung yang bersahutan, menambah kedamaian suasana. BEGITULAH potret Pantai Selimpai, Paloh, Kabupaten Sambas. Pasirnya yang bersih tak kalah dengan Pantai Kuta, Bali. Bila di Provinsi pulau dewata yang bersebelahan dengan Jawa tersebut di sepanjang pantainya berjejer bangunan vila, hotel dan restoran, justru di Selimpai kealamian sangat terasa. Seperti sebuah pulau, Selimpai terpisah dengan daratan Kabupaten Sambas. Sisi selatannya hingga ke bagian barat berbatasan dengan laut Natuna, sedangkan di sisi utaranya membentang ke timur dikepung oleh Sungai Merabau. Makanya setiap mereka yang mampir ke sini, akan menjumpai aneka pemandangan; ada hutan pinus, pantai, laut dan sungai. Dari kejauhan terlihat Tanjung Datuk, yang merupakan kawasan berbatasan Malaysia.
Bentuk pulau Selimpai memanjang. Antara sisi di bibir sungai dan garis laut hanya selebar lapangan bola. Bila kita berdiri di sebelah sungai, akan terlihat ombak Laut Natuna yang saling berkejaran. Hembusan anginnya sedang. Paling kencang tinggi ombak mencapai tiga sampai empat meter.
Keberadaan hutan Pinus di lahan selimpai membuat suasana di pulau mini ini berbeda dengan pantai lainnya di Kabupaten Sambas. Pohon berkayu yang menjulang tinggi tersebut berjejer rapi seakan ada yang sengaja menatanya sedemikian rupa. “Ini semua tumbuh alami,” cerita penjaga pantai.
Selain alami, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Selimpai adalah, menjadi tempat persinggahan penyu. Setelah bertamasya keliling dari pulau ke pulau, benua ke benua, dalam setahun sekurangnya lima kali satwa langka dilindungi ini mampir ke pulau orang bunian tersebut untuk bertelur.
Berdasarkan catatan Satgas Pantai Selimpai –dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) Paloh, ada empat jenis penyu yang mampir ke pantai ini. Diantaranya adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang. Sedangkan penyu belimbing hanya sesekali singgah. Saat ini di dunia terdapat tujuh jenis penyu, enam diantaranya ada di Indonesaia. Yaitu; penyu sisik (Eretmochelys imbricate), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), penyu belimbing (Dermocelys coriaceae), penyu hijau(Chelonia mydas), penyu tempayan (Caretta carretta), dan penyu pipih (Natator depresus). Untuk penyu dari jenis Lepidochelys kempi hidup di laut atlantik, khususnya pantai Amerika dan Meksiko.
Diantara jenis penyu yang singgah ke Selimpai tersebut, penyu sisik yang paling banyak telurnya. Setiap kali naik ke pantai, telur yang dikeluarkan yaitu sebanyak 65-125 butir. Sedangkan yang lainnya hanya kisaran puluhan butir. Bahkan yang sedikit telurnya adalah penyu hijau, maksimal cuma sembilan. “Tapi, telurnya (penyu hijau) besar seperti telur bebek,” ujar Trino Junaidi, Ketua Satgas Pantai Pokdarwis Paloh, saat berbincang dengan koran ini di Selimpai, pekan lalu.
Hewan yang masuk dalam kategori satwa langka ini, naik ke pantai untuk bertelur pada malam hari. Karenanya kalau pengunjung tidak bermalam di Selimpai, jangan mengimpikan untuk bertemu dengan penyu. Makanya agar pengunjung dapat melihat penyu, pokdarwis berinisiatif membangun tempat penangkaran di Selimpai. Sehingga demikian, setiap tamu yang datang bisa menyaksikan mana yang namanya tukik (anak penyu), penyu hijau, sisik, dan lekang.

Wartawan Koran ini pernah melakukan perjalanan pada malam hari menelusuri Pantai Selimpai. Perjalanan dilakukan dimulai dari Selat Mutusan hingga Tanjung Kemuning. Sepanjang perjalanan memang terlihat sejumlah penyu yang cukup besar naik ke pantai untuk bertelur. Diameter cangkang (penutup badan) hingga lebih satu meter panjangnya. Setelah bertelur yang biasanya mencapai 100 butir, penyu-penyu itu kembali ke laut. Menjadi pengalaman yang tak terlupakan melihat penyu-penyu raksasa itu naik ke pantai dan bertelur.(mur)
PANTAI SELIMPAI
>>  Alamat/Lokasi: Desa Sebubus, Kecamatan Paloh
>> Luas : 200 ha
>> Status Kepemilikan : Tanah Negara
>> Nama Pengelola: Balai KSDA
>> Jarak dari Pusat Kota/Waktu Tempuh : 7 km dari ibukota Kecamatan Paloh atau 80 km dari pusat Ibukota Kabupaten Sambas
>> Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata : Jalan aspal sampai di Dusun Setinggak kemudian menggunakan kapal motor ke Pantai Selimpai
>> Transportasi yang Dapat Digunakan /Biaya : Menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 hingga di Dusun Setinggak, kemudian menyeberangi Sungai Paloh menggunakan kapal motor selama 20 menit menuju ke Pantai Selimpai.
Pantai Jawai 
Jawai selatan merupakan suatu daerah di Kabupaten Sambas yang merupakan sebuah Kecamatan baru yang dahulunya masih satu kecamatan dengan Jawai. Jarak tempuh menuju Kecamatan Jawai selatan sekitar 40 Km dari Ibu Kota Kabupaten Sambas. Di kecamatan Jawai Selatan Inilah dimana obyek wisata khususnya Pada Desa Jawai Laut,dengan Jarak tempuh dari Kecamatan Sekitar 2Km.

Pantai Jawai mempunyai sebuah nama julukan Putri Serayi adalah nama yang diberikan bedasarkan cerita rakyat desa tersebut. Di pantai Jawai ini juga Lahan Perikanan bagi penduduk setempat yang bermata pencharian sebagai Nelayan. tidak Hanya lahan perikanan di Pantai jawai selatan juga terdapat perkebunan kelapa Milik rakyat waw sungguh lengkap keindahan rasanya bakar ikan sambil menikmati kelapa muda .

Setiap wisatawan/i yang berkunjung ke pantai jawai ini selalu memberikan cerita keindahan yang tersendiri,mulai dari hamparan pasir putih bebatuan yang indah dilengkapi dengan bukit di pinggiran pantai tempat dimana untuk beristirahat sambil menikmati keindahan pantai dan dilengkapi dengan tiupan angin pantai yang mampu menghipnotis kita untuk tetap santai.

Masih banyak lagi keindahan di pantai jawai selatan yang tidak dapat di tuangkan dalam tulisan ini,,hanya bukti nyata dari anda yang telah menyaksikan dan merasakan kebenaran setelah mengunjungi pantai jawai.

Pantai Polaria
Pantai Polaria adalah salah satu objek wisata terletak di desa Sungai Rusa Kec. Selakau lebih kurang 64 km jauhnya dari ibukota Sambas, merupakan sebuah pantai dengan bebatuan dimana-mana dapt dicapai dengan sepeda motor.
Pantai Polaria terletak di Kec. Selakau, tepatnya di Desa Sungai Rusa, sekitar 65 km selatan Kota Sambas atau sekitar 20 km utara Kota Singkawang. Pantai ini merupakan salah satu objek wisata andalan di Kec. Selakau.Di pantai ini banyak terdapat bebatuan yang terhampar dan pohon2 kelapa yang menjadikan udara sekitar pantai ini begitu segar.

Pantai Temajuk
Untuk postingan kali ini, ane ingin berbagi keindahan – keindahan Objek wisata yang terdapat di Kabupaten Sambas terutama Pantai Temajuk, yang mana berlokasi di Kecamatan Paloh.
Desa Temajuk adalah sebuah desa yang terdapat di Kecamatan Paloh yang mana menurut situs resmi ” Humas PDE & Sandi Setda Kabupaten Sambas ” ini menyatakan bahwa Kecamatan Paloh merupakan kecamatan pantai yang berada di wilayah Kabupaten Sambas dan terletak di wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia Timur (Serawak) dengan luas wilayah ± 1.697,30 Ha, dengan batas sebagai berikut :

* Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Laut Cina Selatan
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Galing
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sajingan Besar & Serawak
* Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Natuna

Sebelum Memasuki Pantai Temajuk, Pengunjung sebelum nya akan mmemasuki Pintu Gerbang yang bewarna putih yang mana pintu gerbang tersebut adalah pertanda bahwa pengunjung akan memasuki Pantai Temajuk.

Pantai Temajuk Sekitar 120 kilometer dari Kota Sambas, yang mana kawasan pesisir ini langsung berbatasan dengan Laut Natuna dan Malaysia Timur.
Pantai Temajuk yang terdapat di Desa Temajuk ini memiliki beberapa keindahan Alam yang sangat menarik untuk di kunjungi oleh wisatawan, Keunikan dan Keindahan nya sangat memukau bagi yang mengunjungi pantai ini.

Keunikan Dari pantai ini, adalah ketika Air Laut surut menyisakan hamparan pasir yang sangat luas dengan lebar sekitar 100-150 meter. Namun ketika memasuki bulan Oktober – Februari tiupan angin cukup kencang dan tinggi gelombang di pantai ini bisa mencapai 2 meter bahkan lebih. Inilah saat yang tepat untuk melakukan olahraga sky diving atau berselancar bagi mereka yang gemar dan mahir akan olahraga tersebut.
Bila pengunjung menginginkan suasana pantai yang berbeda, Di ujung utara bagian pantai ini terdapat pantai dengan gugusan batu dengan berbagai ukuran yang membentuk formasi yang indah. Beberapa diantaranya memiliki keunikan pada bentuknya dengan ukuran yang cukup besar. Ditambah lagi air pantai yang jernih di antara bebatuan. Cocok untuk berenang, sementara kaki aman memijak lantai pantai yang berpasir sehingga termasuk kategori obyek wisata bawah air dan pantai pasir putih.

Selain Kaya dengan Keindahan pantai nya, Pantai Temajuk juga kaya akan penyu – penyu yang bertelur di pesisir pantai ini. Penyu – penyu ini tidak hanya terdapat di Pantai Temajuk akan tetapi terdapat juga di Pulau Selimpai.

Di Desa Temajuk para Pengunjung juga bisa kiranya mengunjungi sebuah dermaga, yaitu Dermaga Temajuk, Yang mana Dermaga ini sangat Panjang yang Menjorok Ke Laut.
Pantai Temajuk yang banyak Menyimpan keindahan alam nya, bisa menjadi alternatif bagi pembaca untuk mengunjungi tempat – tempat yang indah yang mana tersedia di dalam negeri kita yang tercinta ini. Selain pantai dan bebatuan nya yang membentuk berbagai formasi, spesies penyu juga dapat di lihat disini.

Air Terjun Gunung Selindung

Air Terjun Gunung Selindung merupakan wisata alam dengan topografi alam gunung yang terjal dan mendaki. Surga bagi yang hobby tracking jungle. Selain menawarkan keindahan panorama alam pegunungan yang lengkap dengan petualangannya, obyek wisata ini terdapat sebuah pos penjagaan yang berupa meja terbuat dari batu besar, peninggalan zaman penjajahan Belanda yang dikenal sebutan “Titik Basis A”. Dari pos penjagaan ini pengunjung dapat menyaksikan panorama indah Kota Pemangkat dengan aliran sungainya dari puncak gunung.


Objek ini terletak di Dusun Air Terjun, Desa Parit Baru berjarak kira- kira ±4km Kecamatan Salatiga ± 44 km dari ibukota kabupaten. Untuk mencapai obyek wisata ini bisa dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak tempuh ± 4 km dari Kantor Desa Parit Baru. Kemudian dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak sepanjang ± 200 m untuk mencapai kaki gunung. Untuk mencapai ke air terjun dibutuhkan jarak tempuh ± 400 m dari kaki bukit hanya dengan berjalan kaki.

Pantai Tanjung Batu Pemangkat
Pantai Tanjung Batu merupakan pantai yang berbentuk Tanjung, bentuk alam yang terdiri dari bukit yang berbatu dan menjorok ke laut dengan ketinggian kurang lebih dari 80 meter.

Pantai Tanjung Batu terletak 47 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Sambas. Di kaki bukit ini banyak terdapat Batu-batu yang menghampar ke laut yang dapat di lihat apabila air dalam keadaan surut. Objek Wisata Pantai Tanjung Batu ini dilengkapi dengan gunung yang berfungsi sebagai benteng alam. Terdapat tempat penginapan yang berada di sekitar pantai tanjung batu.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sambas Terigas - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger