Varietas jeruk yang banyak di kembangkan petani di Kabupaten Sambas
adalah Jeruk Siem Pontianak(Citrus reticula Blanco). Varietas jeruk ini
mempunyai ciri-ciri; bulat, rasa buah manis sedikit asam, warna kulit
hijau kekuningan, warna daging buah kuning, pertumbuhan tanaman rimbun
dan pada usia optimal (+ 15 tahun) mencapai tinggi 4,5 meter dan mampu
berproduksi mencapai 40 kg/pohon/tahun.
Jeruk Siem Pontianak
mempunyai kelebihan dan kelemahan. Keunggulan yang ada pada jeruk ini
adalah: rasa buah manis yang sedikit asam dan kulit lebih tebal daripada
jeruk siem yang lain. Produktivitas yang tinggi dengan rata-rata 12
ton/ha serta dapat tumbuh di dataran rendah, sesuai dengan topografi
Kabupaten Sambas.
Adapun kelemahan jeruk ini antara lain kulit
buah yang tipis yang mengakibatkan perlunya kehati-hatian dalam
pengangkutan, penyimpanan dan pengepakan.
b. Luas Tanam dan Pengembangan
Luas pertanaman jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas saat ini telah
mencapai 6.928,07 Ha. Areal pertanaman yang sudah berproduksi mencapai
3.389,39 Ha dengan produksi mencapai 13.595,17 ton. Pada tanaman yang
telah berumur antara 3-4 tahun, rata-rata produktivitas tanaman berkisar
10 � 15 kg/pohon sedang pada tanaman yang telah berumur optimal
produktivitasnya dapat mencapai 26 � 32 kg/pohon.
Areal kebun
pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas sebagian besar berupa hamparan.
Sebelum ini, pola penyebaran pertanaman jeruk terpencar. Namun demikian,
adanya program rehabilitasi telah mengubah pola pertanaman menjadi
lebih terkonsolidasi dalam satu kawasan.
Sebagian besar dari
kebun yang ada saat ini merupakan kebun jeruk rakyat yang dimiliki oleh
petani ataupun kelompok tani. Sebagian kecil diantaranya termasuk kebun
yang dimiliki oleh perusahaan swasta.
Perusahaan swasta yang
telah mengembangkan kebun jeruk di Kabupaten Sambas diantaranya adalah
PT. Mitra Jeruk Lestari (MJL) dan PT. Mitra Rimba Kalimantan Agro (MRKA
atau SMA). Kedua perusahaan tersebut berlokasi di Kecamatan Tebas.
Sampai akhir tahun 2003, luas pengembangan areal kebun jeruk oleh PT.
MJL telah mencapai 827 Ha dari 1.100 Ha yang akan direncanakan. 100 Ha
diantaranya telah berproduksi. Sedangkan PT MRKA saat ini direncanakan
akan mengembangkan jeruk seluas 200 Ha meskipun yang baru tertanami
sekitar 50 Ha.
Keberadaan kelompok tani jeruk yang ada saat ini
juga sudah cukup eksis. Ada sekitar 135 kelompok tani secara aktif
terlibat dalam kegiatan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Jumlah
kelompok tani tersebut melibatkan tidak kurang dari 4.842 orang petani.
Sebagian besar petani yang ada telah mengikuti pelatihan teknis usaha
tani jeruk siam baik yang diselenggarakan oleh pusat, provinsi maupun
pemerintah kabupaten.
Untuk mendukung pengembangan agribisnis
jeruk Siam Pontianak, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sambas juga telah
aktif untuk turut mensosialisasikan pentingnya penggunaan benih jeruk
bebas penyakit yang dihasilkan dari pola perbanyakan di Blok Fondasi
(BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). Bekerjasama dengan Balai
Benih Hortikultura (BBH) Anjungan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan
Barat, terus diupayakan agar setiap tahunnya dapat dihasilkan benih
jeruk sebanyak minimal 40.000 batang. Volume ini akan terus ditingkatkan
seiring dengan berkembangnya industri penangkaran benih setempat dan
meningkatnya kebutuhan benih oleh masyarakat.
Saat ini di
Kabupaten Sambas juga telah terdapat 2 buah koperasi yang secara
langsung terlibat dalam kegiatan pengembangan tanaman jeruk yaitu
Koperasi Mitra Sejati dan Koperasi Terigas. Keduanya berlokasi di
Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dari kedua koperasi tersebut telah
terhimpun sekitar 101 orang yang terlibat dalam kegiatan penangkaran
bibit jeruk okulasi dan bibit hortikultura lainnya.
II. Peluang Investasi dan Potensi Pengembangan
Agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas saat ini telah berkembang dengan
pesat. Lokasi pengembangan jeruk di kabupaten ini tersebar di 12
kecamatan pada 111 desa. Dua tahun sebelumnya, pengembangan agribisnis
jeruk di Sambas baru mencapai 6 (enam) kecamatan pada 55 (lima puluh
lima) desa. Sentra utama pengembangan agribisnis jeruk di Sambas
terdapat di Kecamatan Tebas yang mencapai hampir setengah dari luas
areal pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas yaitu mencapai 3.241 Ha
dari total seluas 6.928,07 Ha.
Pengembangan sentra jeruk di
lokasi Kecamatan Tebas cukup pesat karena di kecamatan ini dulunya
merupakan sentra utama pertanaman jeruk di Provinsi Kalimantan Barat.
Tradisi masyarakat dan lingkungan egroekologi yang telah memungkinkan
untuk dikembangkan kembali menjadi dasar pertimbangan mengapa di
kecamatan ini dijadikan fokus utama program rehabilitasi jeruk siem
pontianak.
Respon masyarakat dan pengusaha/swasta yang cukup
tinggi menyebabkan perkembangan pertambahan areal pertanaman jeruk di
Kabupaten Sambas diperkirakan akan terus berkembang dan dapat mencapai
luas 20.000 Ha.
Laporan Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Kabupaten Sambas menyebutkan bahwa berdasarkan kelas kesesuaian lahan,
saat ini ada lebih dari 9.650 Ha lahan yang cukup ideal bagi
pengembangan jeruk siam Pontianak. Disamping di wilayah Kecamatan Tebas
sendiri, pengembangan agribisnis jeruknya juga telah berkembang di
kecamatan lain yaitu Kecamatan Selakau (525 Ha), Pemangkat (642,70 Ha),
Semparuk (642,70 Ha), Tekarang (250 Ha), Jawal (305,50 Ha), Sambas (436
Ha), Subah (76 Ha), Sejangkung (131,37 Ha), Teluk Keramat (324 Ha),
Galing (163,25 Ha) dan Paloh (75 Ha).
Keberhasilan investasi
pengembangan agribisnis jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas sangat
ditentukan oleh banyak faktor diantaranya dukungan lahan dan agroklimat
serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang ada.
Potensi lahan
Kabupaten Sambas mempunyai luas area 6.394,70 km2. Dari luas tersebut,
luas lahan yang dapat digunakan untuk kepentingan pertanian seluas
537.230 Ha.
Bentuk topografi lahan di Kabupaten Sambas meliputi
datar, berbukit dan bergelombang. Jenis tanah yang umum dijumpai
diwilayah ini adalah jenis tanah Alluvial dan Podsolik Merah Kuning
(PMK).
Letak permukaan air sebagian besar dekat dengan
permukaan tanah (rata-rata kurang dari 50 cm). Kondisi ini memudahkan
usaha penyediaan air bagi kepentingan pertanian termasuk pengembangan
kebun jeruk Siam Pontianak.
Agroklimat
- Tinggi tempat : 1 � 100 meter dpl
- Rata-rata curah hujan per tahun : 2.800 mm
- Rata-rata jumlah hari hujan per tahun: 132 hari
- Rata-rata jumlah bulan basah : 7 bulan
- Rata-rata jumlah bulan kering : - bulan
- Suhu rata-rata harian : berkisar 22 � 31 oC
- Kelembaban tahunan : 81 � 90 %
III. Dukungan Sarana dan prasarana
Beberapa dukungan investasi yang berupa ketersediaan sarana dan
prasarana telah terbangun di beberapa titik lokasi sentra pengembangan
agribisnis Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas. Meskipun beberapa
diantaranya masih sederhana, namun demikian kapasitasnya kedepan akan
terus ditingkatkan. Beberapa dukungan tersebut diantaranya:
- Sistem Irigasi
Irigasi yang ada dilokasi pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas
umumnya masih irigasi sederhana dengan sumber air yang berasal dari air
sungai atau air pasang surut. Sebagian kecil lainnya mengandalkan air
hujan. Meski demikian, letak permukaan air yang relatif tidak terlalu
dalam memungkinkan adanya penggunaan teknologi pomponisasi.
- Jalan Usaha Tani
Beberapa titik lokasi di sentra pengembangan jeruk di Kabupetan Sambas
telah dibangunkan jalan usaha tani. Salah satu diantaranya terdapat di
Desa harapan kecamatan Pemangkat. Meskipun fisik jalan usaha tani yang
ada masih sederhana, namun dengan swadaya masyarakat kemampuan dan
kapasitasnya terus meningkat.
- Pasar
Jumlah
pasar di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 26 buah yang berada di 9
Kecamatan. Meski belum berfungsi penuh sebagai pasar khusus buah, tetapi
dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat yang tertumpu pada
hasil buah (jeruk), diharapkan kedepan salah satu diantaranya dapat
berfungsi sebagai pasar khusus buah.
- Industri Olahan
Industri pengolahan jeruk di Kabupaten Sambas baru beroperasi. PT.
Mitra Jeruk Lestari merupakan salah satu swasta yang mengembangkan
industri tersebut dalam skala menengah. Selain itu, juga terdapat
beberapa industri minuman berbahan baku jeruk yang berskala rumah
tangga.
- Mekanisasi Pertanian
Unit pengelola
jasa alat dan mesin (UPJA) pertanian di Kabupaten Sambas telah tersedia.
Beberapa diantaranya telah memfasilitasi tersedianya peralatan
pertanian seperti traktor roda dua dan mesin pompa.
- Sarana Komunikasi
Akses komunikasi dapat dikatakan telah menyentuh hampir seluruh wilayah
di Kabupaten Sambas. Beberapa sarana komunikasi seperti Radio SSB telah
tersedia di setiap kantor kecamatan, telepon kabel (hampir selua
kecamatan kecuali Sejangkung, Paloh, Galing, Sajingan Besar dan Subah),
Handphone (saat ini hanya tersedia di Kecamatan Pemangkat, Sambas dan
Tebas), Telegram dan Fax serta internet yang baru di ibukota Kabupaten
dan beberapa kecamatan dekat kota.
- Institusi Permodalan
Institusi permodalan telah tersedia dan siap mendukung pengembangan
agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas. Beberapa institusi tersebut antara
lain: BNI, BRI, Bank Kalbar, KUD dan Pegadaian.
- Pelabuhan
Beberapa pelabuhan kecil terdapat di sekitar Kabupaten Sambas, diantaranya:
1. Pelabuhan Sentele, 13 km ke daerah sentra
2. Pelabuhan Pemangkat, 22 km ke daerah sentra
3. Pelabuhan Paloh, 60 km ke daerah sentra
- Terminal
Terminal yang diharapkan akan mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas, antara lain:
1. Terminal Sambas, 18 km ke daerah sentra
2. Terminal Selakau, 30 km ke daerah sentra
3. Terminal Tebas
4. Terminal Kartiasa, 22 km ke daerah sentra
5. Terminal Tanjung Katat, 40 km ke daerah sentra
6. Terminal Teluk Kalung, 41 km ke daerah sentra
7. Terminal Jawai, 20 km ke daerah sentra
8. Terminal Sekura, 42 km ke daerah sentra
9. Terminal Semparuk, 6 km ke daerah sentra
- Bandara Udara
Terminal udara saat ini hanya berada di Kecamatan Paloh IV. Insentif Yang Disediakan
Pemerintah Kabupaten Sambas sangat serius melihat potensi agribisnis
jeruk dalam membangun perekonomian daerah. Hal ini terlihat dari
diterbitkannya Keputusan Bupati Sambas Nomor 163 A Tahun 2001 tanggal 20
Juli 2001 tentang penetapan Jeruk sebagai komoditas unggulan daerah
Kabupaten Sambas. Sebagai konsekwesi dari perda tersebut, seluruh
komponen pemerintah daerah akan dikerahkan secara optimal dalam
mendukung suksesnya pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas.
Dukungan tersebut baik berupa kebijakan maupun penyediaan sarana fisik
yang mendukung berkembangnya investasi dan ekonomi dari aktivitas
agribisnis jeruk siam Pontianak.
Pemerintah Kabupaten Sambas
telah menunjukkan komitmennya dalam kemudahan bagi para investor untuk
mendapatkan lahan, perijinan usaha dan kebutuhan investor lainnya sesuai
peraturan yang ada. Selain itu, upaya pengembangan jaringan sarana dan
prasarana penunjang agribisnis jeruk di lokasi-lokasi sentra akan terus
dimekarkan volume dan kapasitasnya sesuai kebutuhan dan kemampuan pemda.
V. Kendala dan Upaya Pemecahan Ke depan
a. Kendala yang ditemukan
- Budidaya
� Sebagian besar di Kabupaten Sambas masih belum menerapkan
anjuran dan norma budidaya jeruk yang baik dan sehat khususnya yang
merupakan kebun jeruk rakyat.
� Tindakan-tindakan budidaya
yang dianjurkan seperti penggunaan benih unggul�bebas penyakit,
teknologi pemangkasan dan penjarangan buah, teknologi pengendalian OPT,
pembungaan, pengairan maupun pemupukan masih belum dilaksanakan secara
optimal.
- Permodalan
Sampai saat
ini, kontribusi lembaga-lembaga keuangan masih belum dirasakan secara
maksimal dalam pengembangan agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas.
- Kelembagaan
Sampai saat ini, eksistensi lembaga petani jeruk masih belum optimal
kiprahnya dalam pengembangan agribisnis jeruk di Sambas khususnya, dan
di Kalimantan Barat pada umumnya. Untuk itu usaha penguatan
organisasi/kelembagaan petani jeruk dalam mewujudkan sosok
asosiasi/paguyuban petani jeruk yang kokoh yang mempunyai bargaining
position masih perlu dikembangkan.
b. Upaya pemecahan yang diharapkan
1. Perlu dukungan pemerintah pusat dan daerah (propinsi-kabupaten)
untuk membantu petani dalam pengembangan tanaman jeruk siem di
Kabupaten Sambas khususnya mengenai pengadaan bibit bermutu (okulasi)
dan pupuk
2. Adanya penetapan peraturan pemerintah dalam hal standar harga buah jeruk serta jaminan pemasarannya.
VI. Manfaat
� Pemerintah Kabupaten Sambas sangat berkepentingan terhadap
berkembangnya agribisnis jeruk di wilayahnya. Beberapa tahun yang lalu,
komoditas jeruk telah secara nyata mengangkat perekonomian masyarakat
Sambas dan sekitarnya. Oleh karena itu, kejayaan jeruk waktu itu
diharapkan dapat muncul kembali. Pemerintah Kabupaten Sambas berharap
dari komoditas jeruk, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten ini dapat
dipacu dan ditingkatkan lagi.
� Usaha tani jeruk Siam
Pontianak di Kabupaten Sambas secara ekonomi sangat menjanjikan. Pada
Lampiran 1 terlihat bahwa keuntungan investasi jeruk di Kabupaten Sambas
mulai dapat dicapai pada tahun ke-4. Pada tahun tersebut penghasilan
bersih dari investasi jeruk seluas 1 Ha mencapai Rp 18 juta lebih dengan
B/C ratio sekitar 0,45. Selain itu, pada tanaman yang telah berusia 6
tahun ke atas keuntungan ekonomi yang bisa diperoleh jauh lebih besar.
Pada usia optimal tersebut, penghasilan bersih mencapai Rp. 26 juta
lebih dengan B/C ratio 2,00.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website
0 komentar:
Posting Komentar